This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Juli 2012

Shalat Dhuha



Shalat Dhuha: Niat, Tata Cara, Bacaan Lengkap, Doa, dan Keutamaannya

Oleh: AdR

Mengawali Hari dengan Syukur melalui Shalat Dhuha

Pagi hari adalah kesempatan baru yang Allah SWT berikan kepada kita. Ada kesehatan yang patut disyukuri, waktu yang dapat dimanfaatkan, pekerjaan yang perlu ditunaikan, serta rezeki yang kita usahakan melalui ikhtiar dan doa.

Salah satu amalan sunah yang dapat dilakukan untuk mengawali hari dengan mengingat Allah adalah shalat Dhuha .

Shalat Dhuha bukan sekadar ibadah untuk memohon kelancaran rezeki. Lebih dari itu, shalat ini merupakan bentuk ketaatan, rasa syukur atas nikmat hidup, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah ﷺ mengajak umatnya untuk melaksanakan shalat sunah ini. Bahkan, doa rakaat shalat Dhuha termasuk dapat mencukupi sedekah bagi persendian tubuh manusia. (HR.Muslim no.720).

Lalu, kapan waktu shalat Dhuha, bagaimana niatnya, bagaimana tata caranya, dan apa saja bacaan serta doa yang dapat diamalkan?

1. Pengertian Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu Dhuha, yaitu ketika matahari telah terbit setelah terbit hingga mendekati masuk waktu Zuhur.

Shalat ini termasuk ibadah sunah yang dianjurkan. Pelaksanaannya pada dasarnya sama seperti shalat sunah dua rakaat pada umumnya, dengan bacaan dan gerakan shalat yang biasa dilakukan.

2. Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Waktu shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan terbit beberapa saat, bukan tepat ketika matahari baru muncul dari ufuk.

Sebagai panduan praktisnya, shalat Dhuha dapat mulai dikerjakan sekitar 15–20 menit setelah waktu terbit matahari , dengan tetap memperhatikan jadwal setempat. Waktunya berakhir menjelang masuk waktu Zuhur.

Waktu yang lebih utama adalah ketika matahari sudah semakin tinggi dan pagi mulai terasa panas. Hal ini didasarkan pada hadis tentang shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah ketika anak tidak mulai merasa panas karena pasir. (HR.Muslim no.748).

Tips: Periksa jadwal terbit matahari di daerah masing-masing, lalu beri jeda sebelum melaksanakan shalat Dhuha.

3. Berapa Rakaat Shalat Dhuha?

Shalat Dhuha paling sedikit dikerjakan doa rakaatnya . Shalat ini dapat dikerjakan empat, enam, atau delapan rakaat, dan terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai jumlah maksimalnya.

Dalam praktik umum di masyarakat, shalat Dhuha dikerjakan dua rakaat setiap salam. Jika ingin mengerjakan empat rakaat, misalnya dapat melakukan dua rakaat salam, kemudian dilanjutkan dengan dua rakaat salam.

Bagi yang baru membiasakan diri, doa rakaat secara istiqamah sudah merupakan awal yang baik.

4. Niat Shalat Dhuha

Niat pada dasarnya berada di dalam hati, yaitu kesengajaan untuk melaksanakan shalat sunah Dhuha karena Allah SWT. Melafalkan niat sebelum takbir bukan syarat sah shalat, namun sebagian umat Islam melakukannya untuk membantu mewujudkan niat.

Lafal niat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallī sunnatad-duhā rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Artinya:

“Saya bermaksud melaksanakan shalat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

5. Tata Cara Salat Dhuha dan Bacaannya

Berikut tata cara shalat Dhuha dua rakaat. Bacaan yang digunakan adalah bacaan shalat pada umumnya.

Rakaat pertama

1. Takbiratul ihram

Mengangkat kedua tangan sesuai tuntunan shalat, lalu mengucapkan:

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar.

Artinya: “Allah Mahabesar.”

2. Doa iftitah

Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah. Salah satu bacaan umum yang digunakan adalah:

اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ dan لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.

Allahu akbaru kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā. Innī wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā ana minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn. Lā syarīka lahū wa bidzālika umirtu wa ana minal-muslimīn.

Artinya:

“Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diberitahu, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Doa iftitah memiliki beberapa redaksi yang sahih. Jika belum hafal, pelajari secara bertahap dan gunakan bacaan yang telah dikuasai sesuai tutunan yang diikuti.

3. Membaca Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin:

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.

Ar-raḥmānir-raḥīm.

Māliki yaumid-dīn.

Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn.

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.

Ṣirāṭal-ladzīna an'amta 'alaihim, ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari resensi. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

4. Membaca surah atau ayat Al-Qur'an

Setelah Al-Fatihah, bacalah surah atau ayat Al-Qur'an yang dihafal. Tidak ada satu surah tertentu yang menjadi syarat sah shalat Dhuha.

Sebagian besar panduan fikih untuk membaca Surah Asy-Syams pada rakaat pertama dan Surah Ad-Dhuha pada rakaat kedua. Ada pula yang membaca Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Pilihan tersebut bukan kewajiban; surah lain yang dihafal juga boleh dibaca.

5. Rukuk

Membungkuk dengan tenang, lalu membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subḥāna rabbiyal-'aẓīmi wa biḥamdih.

Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.”

Bacaan rukuk memiliki beberapa redaksi yang diajarkan dalam tuntunan shalat.

6. Iktidal

Bangkit dari rukuk sambil membaca:

سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami'allāhu liman ḥamidah.

Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

Setelah berdiri tegak, membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Rabbanā wa lakal-ḥamd.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

7. Sujud pertama

Turun untuk sujud dengan tenang dan membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subḥāna rabbiyal-a'lā wa biḥamdih.

Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

8. Duduk di antara dua sujud

Salah satu bacaan umum yang digunakan:

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan

Rabbighfir lī, warḥamnī, wajburnī, warfa'nī, warzuqnī, wahdinī, wa 'āfinī, wa'fu 'annī.

Artinya:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

9. Sujud kedua

Lakukan sujud kembali dan baca tasbih sujud sebagaimana sujud pertama.

10. Berdiri untuk rakaat kedua

Bangkit dari sujud kedua untuk melanjutkan rakaat kedua. Pada rakaat ini, baca Al-Fatihah, kemudian surah atau ayat Al-Qur'an yang dihafal. Lanjutkan rukuk, iktidal, dua kali sujud, dan gerakan berikutnya sebagaimana rakaat pertama.

Rakaat kedua dan salam

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud akhir.

Bacaan tasyahud:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ. السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ. السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْههَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ.

At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh.

Artinya:

“Segala penghormatan, keberkahan, doa, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah Anda, wahai Nabi, serta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku penutup bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku penutup bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Salah satu bacaan yang umum adalah shalawat Ibrahimiyah:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللّٰهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Allāhumma ṣalli 'alā Muhammad wa 'alā āli Muhammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

Artinya:

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Setelah itu, ucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ

As-salamu 'alaikum wa raḥmatullāh.

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

Dengan salam, selesailah shalat Dhuha dua rakaat.

6. Doa Setelah Shalat Dhuha

Setelah shalat, kita boleh berzikir dan berdoa kepada Allah SWT dengan doa apa pun yang baik. Salah satu doa yang populer di masyarakat Muslim Indonesia adalah doa yang diawali dengan Allāhumma innad-duḥā'a duḥā'uka .

Catatan penting: Doa ini dikenal dalam literatur fikih dan amalan masyarakat, namun tidak terbukti sebagai doa khusus yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ melalui hadis sahih. Jadi, doa ini boleh dibaca sebagai doa umum, tanpa meyakini bahwa lafaznya wajib atau pasti berasal dari Rasulullah ﷺ.

Bacaan Arab

Perlindungan Lingkungan dan Keamanan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.

اللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Kartu Kredit yang Dapat Dipakai Lebih Baik الصَّالِحِينَ.

Latin

Allāhumma innad-duḥā'a duḥā'uka, wal-bahā'a bahā'uka, wal-jamāla jamāluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'iṣmata 'iṣmatuka.

Allāhumma dalam kāna rizqī fis-samā'i fa anzilhu, wa dalam kāna fil-arḍi fa akhrijhu, wa dalam kāna mu'siran fa yassirhu, wa dalam kāna ḥarāman fa ṭahhirhu, wa dalam kāna ba'īdan fa qarribhu, biḥaqqi duḥā'ika wa bahā'ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika, ātinī mā ātaita 'ibādakaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuatan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu.

Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah. Jika berada di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan karunia, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, berikanlah aku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Doa tersebut berisi permohonan agar Allah memberikan kemudahan dan rezeki yang baik. Namun, seorang muslim hendaknya tetap berusaha melalui jalan yang halal, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta bertawakal kepada Allah.

Doa singkat yang dapat dibaca

Kita juga boleh berdoa dengan bahasa sendiri, misalnya:

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, berkahilah umur dan kesehatanku, lapangkanlah hatiku, mudahkanlah urusanku, berikanlah rezeki yang halal dan baik, serta bimbinglah aku agar menggunakan nikmat-Mu untuk kebaikan.Jadikanlah aku hamba yang selalu bersyukur dan tidak lalai mengingat-Mu.Amin.

Tidak ada kewajiban untuk membaca doa tertentu setelah shalat Dhuha. Berdoalah dengan penuh harap, kerendahan hati, dan keyakinan kepada rahmat Allah SWT.

7. Keutamaan Shalat Dhuha

A. Menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah setiap pagi. Tasbih, tahmid, tahlil, takbir, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran termasuk bentuk sedekah. Dua rakaat shalat Dhuha mencukupi kebutuhan sedekah tersebut.

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha merupakan salah satu cara bersyukur atas nikmat tubuh dan kemampuan untuk beraktivitas.

B. mengikuti sunah Rasulullah ﷺ

Aisyah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mengerjakan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan menambahnya sesuai kehendak Allah. (HR.Muslim no.719).

Menunaikannya dengan ikhlas merupakan salah satu bentuk mengikuti teladan Nabi.

C. Membiasakan diri mengingat Allah

Kesebukan bekerja, belajar, mengurus keluarga, dan mencari nafkah sering membuat manusia lalai. Shalat Dhuha memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, beribadah, dan menata kembali niat.

D. Memohon keberkahan dalam ikhtiar

Kita boleh memohon rezeki, kemudahan, kesehatan, dan keberhasilan melalui doa setelah shalat Dhuha. Namun, tidak tepat menganggap shalat Dhuha sebagai jaminan bahwa seseorang pasti menjadi kaya atau selalu terhindar dari kesulitan. Rezeki dan ujian setiap manusia berada dalam ketetapan Allah, sementara kita tetap diperintahkan untuk berusaha dan bersabar.

8. Dalil tentang Shalat Dhuha

Hadis tentang doa rakaat Dhuha sebagai sedekah

Dari Abu Dzarr ra, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap pagi setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah. Beliau menjelaskan bahwa tasbih, tahmid, tahlil, takbir, amar makruf, dan nahi mungkar termasuk sedekah, dan dua rakaat Dhuha mencukupi semuanya.

(HR. Muslim no. 720).

Hadis tentang shalat Dhuha Rasulullah ﷺ

Dari Aisyah ra:

“Rasulullah ﷺ biasa shalat Dhuha empat rakaat, dan beliau menambah sesuai yang dikehendaki Allah.”

(HR. Muslim no. 719).

Kedua hadis tersebut menjadi dasar penting mengenai keutamaan dan amalan shalat Dhuha.

9. Membiasakan Shalat Dhuha dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang untuk memulai kebiasaan dengan baik. Kita dapat mengawali dengan dua rakaat, kemudian menjaganya sesuai kemampuan.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Menentukan waktu yang realistis setelah matahari terbit.

  2. Menyiapkan diri dan tempat shalat yang bersih.

  3. Memulai dengan dua rakaat jika belum terbiasa.

  4. Berdoa memohon ampunan, keberkahan, dan petunjuk.

  5. Tetap bekerja, belajar, dan menjalankan tanggung jawab dengan jujur.

  6. Menjaga konsistensi tanpa merasa lebih baik daripada orang lain.

Ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh kesadaran lebih bermakna daripada sekedar mencapai jumlah rakaat tanpa memahami tujuan ibadah.

penutup

Shalat Dhuha adalah kesempatan untuk mengisi pagi dengan ibadah, mengungkapkan rasa syukur, dan memohon pertolongan Allah SWT. Melalui dua rakaat yang sederhana, kita belajar bahwa nikmat kesehatan, waktu, pekerjaan, keluarga, dan kesempatan berbuat baik layak disyukuri setiap hari.

Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menjalankan shalat Dhuha, melapangkan rezeki yang halal, memberkahi usaha kita, serta menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersyukur.

Amin ya Rabbal 'alamin.

Wallāhu a'lam bish-shawāb.


Referensi

  1. Majelis Ulama Indonesia (MUI), “Niat Shalat Dhuha dan Bacaan Doanya Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah”: https://mui.or.id/public/baca/bimbingan/niat-shalat-dhuha-dan-bacaan-doanya-lengkap-arab-latin-dan-terjemah

  2. Nahdlatul Ulama (NU Online), “Tata Cara Shalat Dhuha dan Keutamaannya”: https://islam.nu.or.id/shalat/tata-cara-shalat-dhuha-dan-keutamaannya-dM81x

  3. Muhammadiyah, “Tatacara Shalat Dhuha”: https://muhammadiyah.or.id/2020/08/tatacara-shalat-dhuha/

  4. Shahih Muslim, hadis no. 719–720, tentang amalan Rasulullah ﷺ dan keutamaan doa rakaat Dhuha.